Sabtu, 07 Januari 2012

Laporan Praktikum Bab 7 FUNGSI DAN PL/SQL

Tujuan

- Mahasiswa memahami dan menggunakan fungsi dalam database PostgreSQL



Pendukung Fungsi

PostgreSQL memiliki fungsi yang dapat mengubah suatu nilai dalam suatu kolom atau baris menjadi huruf besar. Fungsi tersebut bernama upper(nama_kolom), berfungsi memanggil fungsi upper dengan nama_kolom sebagaii argumen sehingga menghasilkan nilai pada kolom dalam huruf besar. Berikut Struktur SQL untuk menampilkan data dalam huruf besar semua :

SELECT upper ([nama kolom]) FROM [nama tabel];

Berikut struktur SQL untuk menampilkan data dimana huruf pertama saja yang besar :

SELECT initcap ([nama kolom]) FROM [nama tabel];

   Fungsi

Fungsi SQL adalah sebuah kumpulan query, biasanya query yang detail dan panjang yang dibungkus menjadi satu dan disimpan dalam database dan kemudian apabila diperlukan hanya tinggal mengaksesnya tanpa mengetikan query detail.

Ada beberapa konsep yang menarik dari fungsi antara lain:

• Bahasa yang dip akai dapat didefenisikan sendiri dengan tersedianya parameter LANGUAGE, tanpa harus mengkompilasi ulang PostgreSQL.

  Kita dapat membuat dua buah fungsi dengan nama yang sama namun parameter masukkannya yang berbeda, baik tipe data maupun jumlahnya.

Selain itu ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat fungsi antara lain:

• Nama Fungsi

• Nomor dari fungsi argument

• Tipe data dari setiap argument

• Tipe dari hasil fungsi

• Fungsi action

• Bahasa yang digunakan oleh fungsi action.

Berikut contoh sederhana pembuatan fungsi SQL untuk perkalian dari tiga inputan :

            db_personal=> CREATE FUNCTION perkalian (FLOAT, FLOAT, FLOAT)

db_personal-> RETURNS FLOAT

db_personal-> AS 'SELECT ($1 + $2) * $3;'

db_personal-> LANGUAGE 'sql';

CREATE



db_personal=> SELECT perkalian (10,10,10);

perkalian

-----------

200

(1 row)



Fungsi PL/SQL

PL/PGSQL merupakan bahasa yang lain untuk membuat sebuah fungsi, biasanya bahasa ini digunakan untuk menangani fungsi yang lebih kompleks. Pl/pgsql sudah terdapat dalam instalasi PostgreSQL, namun kita perlu mendaftarkannya pada masing-masing database yang akan menggunakannya. Untuk itu kita perlu menginstal pl/pgsql pada database yang diinginkan. Langkah-langkah di linux yang dilakukan adalah;

-          Masuklah terlebih dahulu sebagai postgres superuser dan dari prompt pgsql ketikkan perintah createlang plpgsql nama_database, berikut contoh urutan penginstalannya:

[root@localhost root]# su postgres

[postgres@localhost root]$ cd

[postgres@localhost pgsql]$

-          Untuk melihat opsinya dengan jelas dapat dilihat pada help-nya pada prompt dengan perintah createlang -?

$ createlang -?

createlang installs a procedural language into a PostgreSQL database.

Usage:

createlang [options] [langname] dbname

Options:

-h, --host=HOSTNAME Database server host

-p, --port=PORT Database server port

-U, --username=USERNAME Username to connect as

-W, --password Prompt for password

-d, --dbname=DBNAME Database to install language in

-L, --pglib=DIRECTORY Find language interpreter file in

DIRECTORY

-l, --list Show a list of currently

installed languages

If 'langname' is not specified, you will be prompted interactively.

A database name must be specified.

Report bugs to <pgsql-bugs@postgresql.org>.



Kemudian gunakan perintah createlang plpgsql coba untuk melakukan penginstalan, disini coba merupakan nama database yang dituju untuk menginstal language plpgsql. Artinya kita menginstal plpgsql pada database coba.

$ createlang plpgsql db_personal

perintah di bawah ini untuk menampilkan language yang telah terinstal, hasil yang ditampilkan kolom trusted adalah "t" (true) artinya fungsi yang menggunakan language plpgsql dapat dijalankan.

$ createlang -l db_personal

Procedural languages

Name | Trusted? | Compiler

------------+--------------+-------------------

plpgsql | t | PL/pgSQL

(1 row)

ada beberapa faktor yang harus diperhatikan pada bahasa ini antara lain :

• DECLARE mendeklarasikan variabel yang digunakan dalam fungsi

• SELECT INTO sebuah form spesial (khusus) dari SELECT yang memperbolehkan hasil query menempati ke dalam variabel.

• RETURN Exit dan merupakan hasil value dari fungsi

Berikut ini implementasi dari contoh penggunaan fungsi dengan bahasa PLPGSQL:

db_personal=> CREATE FUNCTION nama_kota (text)

db_personal-> RETURNS text

db_personal-> AS 'DECLARE hasil TEXT;

db_personal'> BEGIN

db_personal'> SELECT INTO hasil CAST(kota AS TEXT)

db_personal'> FROM identitas

db_personal'> WHERE state = $1;

db_personal'> RETURN hasil;

db_personal'> END;'

db_personal-> LANGUAGE 'plpgsql';

CREATE



db_personal=> SELECT nama_kota ('YK');

nama_kota

-----------------

Yogya

(1 row)

db_personal=> SELECT nama_kota ('MG');

nama_kota

--------------------

Mangga Dua

-          (1 row)



   Triger

Trigger digunakan untuk menyisipkan sebuah fungsi pada saat suatu record di-INSERT, UPDATE dan DELETE. Trigger sangat ideal untuk mengecek atau memodifikasi sebuah data pada kolom sebelum dimasukkan ke dalam database, sehingga sebuah fungsi dapat dipanggil setiap saat secara otomatis ketika sebuah row akan dimodifikasi. Ciri khas dari fungsi yang diperuntukkan untuk trigger adalah menghasilkan output bertipe OPAQUE. Tipe opaque adalah sebuah tipe yang menginformasikan pada database bahwa fungsi tersebut tidak menghasilkan satu dari tipe data yang ditetapkan SQL dan tidak secara langsung dapat digunakan dalam statemen SQL. Language (bahasa) PL/PGSQL dapat digunakan untuk trigger procedure, fungsi untuk trigger ini memiliki beberapa variabel khusus yang terdeklarasi secara otomatis.

Variabel tersebut antara lain:

• NEW: Variabel yang berisi nilai baru suatu record pada saat INSERT atau UPDATE, bertipe RECORD.

• OLD: Variabel yang berisi nilai lama suatu record pada saat UPDATE atau DELETE, juga bertipe RECORD.

Berikut ini beberapa contoh penggunaan fungsi sebagai trigger procedure:

Contoh : trigger berikut ini memastikan isi field atau kolom nama pada tabel anggota selalu huruf besar, langkah pertama buatlah fungsinya terlebih dahulu :

db_personal=> CREATE FUNCTION tes_trigger()

db_personal-> RETURNS opaque

db_personal-> AS 'BEGIN

db_personal'> NEW.nama := UPPER(NEW.nama);

db_personal'> RETURN NEW;

db_personal'> END;'

db_personal-> LANGUAGE 'plpgsql';

CREATE

kemudian lanjutkan dengan pembuatan trigger yang berfungsi untuk memanggil fungsi secara otomatis ketika kita melakukan INSERT ataupun UPDATE pada tabel anggota.

db_personal=> CREATE TRIGGER tes1_trigger

db_personal-> BEFORE INSERT OR UPDATE

db_personal-> ON anggota

db_personal-> FOR EACH ROW

db_personal-> EXECUTE PROCEDURE tes_trigger();

CREATE



cobalah INSERT beberapa data ke dalam tabel anggota:

db_personal=> INSERT INTO anggota (id, nama)

db_personal-> VALUES (26, 'andhie');

INSERT 70831 1

db_personal=> INSERT INTO anggota

db_personal-> VALUES (83, 'rWatia');

INSERT 70832 1

tampilkan isi dari tabel anggota, hasilnya seperti pada tabel di bawah ini. Jadi setiap data yang kita INSERT walaupun dalam penulisannya menggunakan huruf kecil namun secara otomatis trigger akan memanggil fungsi yang bertugas untuk mengganti setiap data yang masuk agar hasilnya nanti selalu menjadi huruf besar:

db_personal=> SELECT * FROM anggota;

id | nama

--------+-------------

26 | ANDHIE

83 | RWATIA

(2 rows)

 Tugas Praktikum
 
1.      Buatlah fungsi konversi suhu dari Fahrenheit ke derajat celcius dengan rumus konversi sebagai berikut : celcius=(nilai Fahrenheit-32)*5/9
Kemudian jalankan hasilnya dengan menSELECT fungsi tersebut !



 
2.   Buatlah fungsi untuk mencari no.telp mahasiswa dari tabel mahasiswa berdasarkan nama mahasiswa. Kemudian jalankan dengan perintah SELECT !

3. Buatlah fungsi untuk menghitung nilai dengan menggunakan bahasa pl/sql !
  Kemudian jalankan hasilnya dengan menSELECT fungsi tersebut !

 
4.  Buatlah untuk mencari alamat mahasiswa dari tabel mahasiswa berdasarkan nama mahasiswa. Kemudian jalankan dengan perintah SELECT !

 
5. Buatlah trigger seperti contoh  di materi trigger atas dengan bahasan tabel mahasiswa !


Kesimpulan

1. Concatenation
Syntax:
value1 || value2
Digunakan untuk menggabungkan dua nilai karakter (nilai kolom, literal, parameter, atau nilai hasil perhitungan) menjadi data bertipe string. Pernyataan berikut ini mengkombinasikan nilai-nilai kolom dengan karakter literal.
SELECT
  LastName || ", " || FirstName
FROM Names
Fungsi ini tidak dapat digunakan dengan kolom bertipe Memo atau Blob.
2. LOWER
Syntax:
LOWER(column_reference)
Mengkonversi semua nilai karakter (nilai kolom, literal, parameter, atau nilai hasil perhitungan) menjadi huruf kecil. Database seperti SQL Server memakai pernyataan LOWERCASE. Pernyataan SELECT berikut mengubah nilai-nilai dalam kolom Name menjadi huruf kecil.
SELECT
  LOWER(Name)
FROM Country
Perubahan nilai akibat fungsi ini tidak akan disimpan jika diberlakukan dalam pernyataan SELECT. Jika dinyatakan sebagai nilai kondisi (update_atom) dalam pernyataan UPDATE, perubahan nilai tersebut akan disimpan. Fungsi LOWER hanya dapat digunakan dengan kolom bertipe karakter atau literal dan tidak dapat digunakan untuk kolom bertipe Memo dan Blob.
3. UPPER
Syntax:
UPPER(column_reference)
Merupakan kebalikan dari fungsi LOWER, yaitu mengkonversi semua nilai karakter (nilai kolom, literal, parameter, atau nilai hasil perhitungan) menjadi huruf kapital. Sebagai contoh, pernyataan berikut akan menyaring data berdasarkan nilai kolom Name yang dikonversi ke dalam huruf kapital yang diawali karakter PE (nilai lateral).
SELECT
  Name,
  Capital,
  Continent
FROM Country
WHERE UPPER(Name) LIKE UPPER("Pe%")
Sama seperti fungsi LOWER, perubahan nilai akibat fungsi ini tidak akan disimpan jika diakukan dalam pernyataan SELECT. Jika dinyatakan sebagai nilai kondisi dalam pernyataan UPDATE, perubahan nilai tersebut akan disimpan.


Daftar Pustaka
Modul Praktikum Bab 7
http://www.ageent.ru/in/-sql.html 
http://www.havetogether.com/fungsi-fungsi-dalam-pernyataan-sql.html
http://www.scribd.com/doc/26035555/Fungsi-SQL

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar